Ini Dia 5 Negara Dengan Harga Makanan Termahal Sedunia

Harga makanan di setiap negara tentu saja berbeda-beda. Tapi, tahukah kamu, bahwa ternyata ada lima negara dengan harga makanan termahal di dunia lho. Ada yang bisa menebaknya?

Sebagian negara miskin dan negara yang dilanda perang lah yang menduduki peringkat atas sebagai negara dengan harga makanan termahal di dunia. Informasi ini saya dapatkan dari detikfood yang melansir Foodbeast. Sebuah studi yang dilakukan mengungkapkan betapa mahalnya makanan di seluruh dunia. Analisis ini diambil berdasarkan biaya relatif dari porsi kacang dan beras, berdasarkan dari besarnya pendapatan rata-rata harian seseorang di suatu wilayah.

Nilai tersebut lalu dibandingkan dengan harga makanan yang sama sederhananya di New York City. Penduduk di kota ini bisa membeli kacang dan beras dengan harga sekitar $1,20 (sekitar Rp 16.207) atau 0,6% dari rata-rata penghasilan harian penduduknya.

Untuk posisi teratas negara dengan harga makanan termahal di dunia diduduki oleh Republik Sudan Selatan. Untuk membeli makanan seperti kacang dan beras, penduduk di sana bisa menghabiskan sebanyak 115% dari pendapatan rata-rata harian mereka. Ini artinya harga makanan biasa di negara tersebut bisa lebih mahal daripada pendapatan harian orang-orang di wilayah itu.

Untuk posisi negara dengan harga makanan termahal di dunia berikutnya ada negara-negara miskin dan negara yang mengalami peperangan. Misalnya saja ada Nigeria di peringkat kedua, diikuti oleh Syria, Malawi, dan posisi kelima diisi oleh Republik Demokratik Kongo.

David Beasley, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia, mengatakan bahwa laporan tersebut adalah sebuah pengingat bahwa konflik dapat menciptakan ketidaksetaraan yang kejam dalam hal yang sederhana saja seperti makanan.

PBB juga mengakui bahwa mereka yang ada di negara-negara tersebut mengalami kelaparan yang sangat ekstrim dan membutuhkan bantuan untuk ketahanan pangan dan akses makanan. PBB juga membuka jalan dengan melakukan diskusi mengenai tindakan yang tepat demi melawan kelaparan di negara-negara miskin di dunia.

Saya pribadi juga merasa prihatin dengan negara-negara tersebut. Sementara kita di Indonesia sebagai negara berkembang, malah memprotes mahalnya harga yang diperlukan untuk memiliki koneksi internet. Boro-boro memikirkan infrastruktur teknologi di negara sana, memikirkan harga makanan saja mereka sangat membutuhkan PBB.

Mencari Wisata Kuliner Unik? Coba Berendam Di Kolam Bir Ini Saja

Kalau kamu seorang pencinta kuliner, soal makanan dan minuman tentu bukan hanya sekedar urusan perut. Saya yakin diantara kalian apra pencinta kuliner, urusan pengalaman lebih penting dari segalanya. Nilai sejarah atau legenda tertentu yang terkait makanan atau minuman tentu membuat kamu lebih bergairah.

Sedangkan jika kamu pencinta bir, kamu juga bisa melakukan wisata kuliner di beberapa tempat penyulingan bir yang dijadikan kawasan wisata kuliner bersejarah. Tapi saya yakin, wisata kuliner yang seperti itu akan terasa biasa saja bagi kamu.

Lain cerita jika kamu berwisata kuliner ke tempat pembuaan bir ang ada di Tarrenz, Austria. Di tempat ini, pengunjung diizinkan untuk dapat menikmati bir dengan cara yang berbeda dibandingkan tempat lainnya.

Di dalam fasilitas bernama Brauerei Schloss Starkenberg Betriebs GmbH, pengunjung gak hanya diberi kesempatan untuk mencicipi bir, tapi mereka juga disuguhi kesempatan untuk berendam di dalam kolam yang berisi bir. Waduh??

Wernfried Poschusta yang merupakan seorang seniman adalah sosok yang mengubah ruang-ruang fermentasi dalam lantai bawah tanah tempat pembuatan bir tersebut menjadi spa bagi mereka yang terobsesi dengan bir.

Eits, jangan berpikiran bahwa kamu bakal bisa memabukkan diri dalam kolam tersebut. Di dalam 7 kolam sepanjang 4 meter itu, tidak berisi 100% bir, melainkan campuran antara air dan bir dengan perbandingannya 40:1. Dengan begitu, pengunjung akan berasa seperti berenang dalam air biasa hanya saja tercampur bir.

Untuk bisa datang ke tempat ini, kamu perlu reservasi khusus untuk berenang unik selama 2 jam. Jadi, jangan harap kamu bisa datang sesukanya. Biaya untuk “berenang di bir” ini sendiri memakan biaya yang lumayan mahal untuk wisata brewery pada umumnya, yaitu US$260 atau sekitar Rp 3,5 juta. Tapi dengan biaya segitu dan mendapat pengalaman unik, saya rasa masih masuk akal ya.

Selain itu, berenang di dalam kolam kandungan bir ini juga ternyata mengandung unsur terapi. Beberapa orang mengaku memilih untuk memulihkan kondisi rambut menggunakan bir. Produk perawatan kulit merk terkenal juga banyak yang menggunakan jelai (hops) yang juga merupakan bahan baku bir. Jadi, apa kamu tertarik untuk wisata kuliner unik ini?